"Rezeki terendah adalah harta, sedangkan rezeki terbesar adalah kesehatan. Maka, jangan di bolak-balik. Jangan mempertaruhkan kesehatanmu demi mengejar harta." - Gus Baha
Kata-kata bijak dari Gus Baha ini mengajak kita untuk merenung lebih dalam tentang nilai-nilai kehidupan. Dalam era modern yang serba materialistis, seringkali kita terjebak dalam perlombaan mengumpulkan harta kekayaan. Namun, apakah harta benar-benar segalanya?
Gus Baha mengingatkan kita bahwa kesehatan adalah rezeki yang jauh lebih berharga daripada harta. Bayangkan, seberapa nikmatnya memiliki harta berlimpah jika kita tidak memiliki kesehatan untuk menikmatinya? Dengan tubuh yang sehat, kita dapat melakukan berbagai aktivitas, beribadah, berkumpul dengan keluarga, dan menikmati keindahan alam.
Harta memang penting untuk memenuhi kebutuhan hidup. Namun, harta semestinya menjadi alat untuk mencapai kebahagiaan, bukan tujuan hidup itu sendiri. Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya kekayaan bukanlah dengan banyaknya harta, tetapi kekayaan adalah hati yang selalu merasa cukup" (HR. Bukhari dan Muslim).
Banyak orang rela mengorbankan kesehatan demi mengejar harta. Mereka bekerja terlalu keras, kurang tidur, dan mengonsumsi makanan yang tidak sehat. Padahal, tindakan seperti ini justru akan merugikan diri sendiri dalam jangka panjang. Penyakit yang timbul akibat gaya hidup yang tidak sehat tidak hanya akan menguras biaya pengobatan, tetapi juga dapat mengurangi kualitas hidup.
Lantas, bagaimana cara menyeimbangkan antara mengejar rezeki dan menjaga kesehatan?
- Bersyukur atas segala rezeki yang telah Allah berikan, termasuk kesehatan.
- Tidak perlu berlebih-lebihan dalam memenuhi kebutuhan.
- Bekerja keras untuk mencapai tujuan, tetapi jangan lupa untuk menjaga kesehatan.
- Tubuh membutuhkan waktu untuk beristirahat dan memulihkan diri.
- Konsumsi makanan bergizi untuk menjaga daya tahan tubuh.
- Olahraga dapat meningkatkan kesehatan fisik dan mental.