Oleh : Lutfi Hidayatul Amri
Di balik semua yang tidak pernah aku ceritakan ke siapapun, ada hal-hal kejam yang aku hadapi sendirian. Bukan karena aku tidak percaya dengan orang lain, tapi karena aku sendiri bingung harus mulai bercerita darimana. Di balik senyumku, ada malam-malam yang ku habiskan untuk menangis sendirian, keputusan berat yang harus kuambil meskipun hatiku belum siap, dan rasa takut yang sering muncul tanpa di undang.
Namun, aku sadar hidup ini tidak bisa di hadapi dengan emosi. Aku butuh hati yang lapang agar tidak mudah membenci keadaan, pikiran yang tenang agar tidak merasa dunia ini musuhku, dan cara bertindak yang aman agar tidak menyakiti diri sendiri di tengah semua kekacauan.
Kadang aku hanya bisa berbicara pada diriku sendiri, "Tolong ya badan, jangan nyerah dulu. Aku masih butuh kamu untuk terus bertahan". Karena kalau tubuhku ambruk, semua perjuangan ini akan sia-sia. Aku harus menjaga kesehatanku, baik fisik maupun mental, sekuat yang aku bisa. Aku tau perjuangan ini berat, tapi aku percaya bahwa semua ini adalah bagian dari perjalanan yang harus kulalui.
Suatu saat nanti, aku yakin aku akan duduk di satu titik, Melihat kebelakang dan menangis.
Bukan karena sedih, tapi karena bangga. Bangga karena aku tidak menyerah meski semua terasa berat. Bangga karena aku berhasil melawan rasa takut, sakit dan kecewa yang selama ini kupendam sendiri. Untuk diriku, aku hanya ingin berkata "Tetap kuat, tetap sehat, dan tetap percaya bahwa semua ini akan ada akhirnya."
Jika kamu yang membaca ini sedang merasakan hal yang sama, aku ingin kamu tahu bahwa kamu tidak sendirian. Kita semua sedang berjuang dengan cara masing-masing. Bertahanlah, karena dibalik semua rasa sakit yang kamu pendam, akan ada arti yang bisa kamu temukan.
Tetap kuat ya...