Nak,
Sah-sah saja kalau usahamu ingin dihargai. Setiap keringat yang menetes dan usaha yang kau lakukan adalah bagian dari perjuanganmu. Menginginkan apresiasi atas kerja kerasmu bukanlah tanda kelemahan, melainkan kebutuhan manusiawi untuk merasa dihargai. Itu adalah bahan bakar semangat untuk terus melangkah maju.
Sah-sah saja kalau posisimu ingin diakui. Setiap orang memiliki perannya masing-masing dalam kehidupan ini. Menginginkan pengakuan atas apa yang telah kamu capai bukan berarti kamu sombong, tetapi itu menunjukkan bahwa kamu menghargai dirimu sendiri dan apa yang telah kamu perjuangkan.
Sah-sah saja kalau perasaanmu butuh divalidasi. Kamu manusia, bukan robot. Perasaanmu penting, dan validasi dari orang lain adalah bentuk dukungan yang dapat menguatkanmu. Itu bukan tanda kelemahan, melainkan cara untuk mengingatkan bahwa kamu tidak sendirian dalam perjalanan ini.
Namun, Nak,
Ketahuilah bahwa keinginan-keinginan ini bukanlah alasan untuk mengabaikan nilai-nilai kebaikan dan ketulusan. Menerima bahwa tidak semua orang akan memahami atau menghargai perjuanganmu juga adalah bagian dari kedewasaan. Kadang, penghargaan terbesar bukan datang dari orang lain, tetapi dari dirimu sendiri dan dari Allah SWT yang Maha Melihat.
Melawan dan mengabaikan perasaan itu tidak selalu berarti kamu kuat. Menghadapi dan mengakuinya adalah cara sejati untuk tumbuh menjadi lebih baik. Biarkan penghargaan, pengakuan, dan validasi itu datang sebagai bonus, bukan tujuan utama.
Teruslah berjalan dengan niat yang tulus. Ingatlah bahwa yang paling penting adalah bagaimana kamu menghargai usahamu sendiri dan tetap berjuang dengan penuh integritas. Pada akhirnya, kebahagiaan sejati tidak datang dari pengakuan dunia, tetapi dari hati yang tenang dan ridha-Nya.
Tetap semangat, Nak. Perjalananmu adalah bukti bahwa kamu terus bertumbuh.