Oleh : Lutfi Hidayatul Amri
Berdoa adalah salah satu bentuk pengharapan tertinggi manusia kepada Tuhan. Melalui doa, kita meletakkan seluruh mimpi, harapan, dan keinginan di tangan-Nya, berharap agar semua dikabulkan dengan cara terbaik. Namun, bagaimana jika apa yang kita semogakan lewat jalur langit ternyata tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan?
Ketika harapan tak sejalan dengan kenyataan, rasa kecewa sering kali muncul. Kita merasa doa-doa kita sia-sia, atau bahkan merasa Tuhan tidak mendengar. Namun, kecewa itu adalah hal yang manusiawi. Yang perlu kita lakukan adalah tidak terjebak terlalu lama dalam rasa itu.
Kecewa dalam doa sebenarnya adalah momen refleksi, sebuah undangan untuk melihat doa kita dengan sudut pandang yang lebih luas.
Mengapa Doa Tidak Sesuai dengan Harapan?
- Tuhan Tahu yang Lebih Baik. Apa yang kita inginkan mungkin terlihat baik di mata kita, tetapi Tuhan Maha Mengetahui apa yang sebenarnya terbaik. Ia mengerti apa yang kita butuhkan, bahkan lebih dari yang kita pahami tentang diri kita sendiri.
- Proses Pembelajaran. Doa yang tidak sesuai dengan harapan sering kali menjadi alat pembelajaran hidup. Tuhan mungkin ingin kita belajar tentang kesabaran, keikhlasan, atau bahkan berserah diri sepenuhnya kepada-Nya.
- Waktu yang Belum Tepat. Sering kali doa kita tidak terkabul karena waktunya belum tepat. Tuhan memiliki rencana besar, dan apa yang kita harapkan mungkin akan diberikan di saat yang lebih baik.
- Jawaban yang Berbeda. Tuhan selalu menjawab doa, tetapi jawabannya mungkin tidak selalu sesuai dengan yang kita minta. Kadang-kadang jawabannya adalah "tidak," atau "tunggu," karena Dia sedang menyiapkan sesuatu yang lebih indah.
- Berprasangka Baik kepada Tuhan
وَعَسٰٓى اَنْ تَكْرَهُوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْۚ وَعَسٰٓى اَنْ تُحِبُّوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ شَرٌّ لَّكُمْۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ وَاَنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ
- Berserah Diri dengan Ikhlas